merry
1. Tanggapan responden terhadap waktu tunggu dalam pelayanan yang dilakukan Puskesmas Perawatan Kedaton adalah sebagai berkut :

Penilaian responden terhadap jangka waktu tunggu pendaftaran, sebanyak 82,76% responden menilai pelayanan Puskesmas Perawatan Kedaton sudah cepat. Sedangkan responden yang menyatakan sesuai dengan waktu yang diperlukan adalah 17,24% dan yang menyatakan sangat lama, lama, dan sangat cepat masing-masingnya adalah 0%.
Penilaian responden terhadap jangka waktu pemeriksaan, sebanyak 59,77% responden menilai pelayanan Puskesmas Perawatan Kedaton sudah cepat. Sedangkan responden yang menyatakan sesuai dengan waktu yang diperlukan adalah 40,23% dan yang menyatakan sangat lama, lama, dan sangat cepat masing-masingnya adalah 0%.

Penilaian responden terhadap jangka waktu pengambilan obat di apotik, sebanyak 54,02% responden menilai pelayanan Puskesmas Perawatan Kedaton sudah cepat. Sedangkan responden yang menyatakan sesuai dengan waktu yang diperlukan adalah 45,98% dan yang menyatakan sangat lama, lama, dan sangat cepat masing-masingnya adalah 0%.
.
2. Tanggapan responden terhadap biaya dalam pelayanan yang dilakukan Puskesmas Perawatan Kedaton adalah sebagai berikut :

Sebanyak 56,32% responden yang menjawab murah untuk biaya karcis, sedangkan responden yang menjawab cukup murah sebanyak 43,68% sedangkan yang menjawab sangat mahal, mahal dan sangat murah tidak ada.

Sebanyak 64,37% responden yang menjawab murah untuk biaya obat, sedangkan responden yang menjawab cukup murah sebanyak 35,63% sedangkan yang menjawab sangat mahal, mahal dan sangat murah tidak ada.

Sebanyak 60,92% responden yang menjawab murah untuk biaya cabut gigi, sedangkan responden yang menjawab cukup murah sebanyak 39,08% sedangkan yang menjawab sangat mahal, mahal dan sangat murah tidak ada.

3. Tanggapan responden terhadap sikap petugas keamanan dan kenyamanan dalam pelayanan yang dilakukan Puskesmas Perawatan Kedaton adalah sebagai berikut :

Penerimaan petugas dalam melayani peserta saat pendaftaran sudah baik dan ramah. Sebanyak 65,52% responden menyatakan pelayanan yang diberikan oleh petugas Puskesmas sudah ramah, 34,48% responden menyatakan sudah cukup ramah dan yang menyatakan acuh tak acuh, kurang ramah, dan sangat ramah tidak ada.

Penerimaan petugas dalam melayani peserta sudah baik dan ramah. Sebanyak 70,12% responden menyatakan pelayanan yang diberikan oleh petugas di saat pemeriksaan sudah ramah, 29,88% responden menyatakan sudah cukup ramah sedangkan yang menyatakan acuh tak acuh, kurang ramah, dan sangat ramah tidak ada.

Sebanyak 83,91% responden menyatakan pelayanan yang diberikan oleh petugas saat pengambilan obat sudah ramah, 16,09% responden menyatakan sudah cukup ramah dan yang menyatakan acuh tak acuh, kurang ramah, dan yang sangat ramah tidak ada.

4. Tanggapan responden terhadap sarana pendukung dalam pelayanan yang dilakukan Puskesmas Perawatan Kedaton adalah sebagai berikut :

Sarana pendukung pelayanan di ruang tunggu menurut 49,43% responden sudah baik dan yang menjawab cukup baik adalah 50,57% menyatakan cukup baik dan yang menjawab sangat baik, kurang baik, tidak baik adalah 0%.

Sarana pendukung pelayanan di ruang pemeriksaan menurut 70,12% responden sudah baik dan yang menjawab cukup baik adalah 29,88% menyatakan cukup baik dan yang menjawab sangat baik, kurang baik, tidak baik adalah 0%.

Sarana pendukung pelayanan di ruang pemeriksaan menurut 83,91% responden sudah baik dan yang menjawab cukup baik adalah 16,09% menyatakan cukup baik dan yang menjawab sangat baik, kurang baik, tidak baik adalah 0%.

5. Tanggapan responden terhadap kinerja dalam pelayanan yang dilakukan adalah Puskesmas Perawatan Kedaton sebagai berikut :

Kinerja petugas di ruang tunggu menurut 94,25% responden sudah baik dan yang menjawab cukup baik adalah 5,75% menyatakan cukup baik dan yang menjawab sangat baik, kurang baik, tidak baik adalah 0%.

Kinerja petugas di ruang pemeriksaan menurut 40,23% responden sudah baik dan yang menjawab cukup baik adalah 59,77% menyatakan cukup baik dan yang menjawab sangat baik, kurang baik, tidak baik adalah 0%.
Kinerja petugas di ruang apotik menurut 70,12% responden sudah baik dan yang menjawab cukup baik adalah 29,88% menyatakan cukup baik dan yang menjawab sangat baik, kurang baik, tidak baik adalah 0%.
merry
Inti dari belajar dan membaca adalah mengambil hal yang penting untuk selalu diingat. Berkenaan dengan kemampuan mengingat, Soedarso (2001:74) menyatakan sebagai berikut.

"Daya ingatan kita umumnya hanya mampu mengingat 50% dari apa yang kita baca satu jam berselang dan dalam dua hari berikutnya tinggal 30% saja. Teknik-teknik membaca seperti dalam prabaca, SQ3R, dan teknik-teknik yang lain dimaksudkan untuk mengingatkan daya ingat terhadap apa yang dibaca."


Sementara itu Rosidi (2005:123) menyatakan kemampuan mengingat hanya 30% dalam kurun satu jam. Hal itu telah dibuktikan pada ......

3. Kutipan tidak langsung

Kutipan yang dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri. Kutipan seperti itu lazim disebut dengan parafrase.

Pada hakikatnya seorang penulis harus mampu menyatakan pendapat orang lain dalam bahasanya sendiri agar mencerminkan kepribadiannya. Kutipan langsung ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dengan tubuh karya tulis.

Contoh:

Sidik (2002a:35) tidak menduga bahwa kondisi umum perpustakaan madrasah aliyah di Daerah Istimewa Yogyakarta sangat tidak representatif sebagai sumber belajar.

Secara umum, perpustakaan madrasah aliyah di Daerah Istimewa Yogyakarta kondisinya tidak layak dijadikan sebagai sumber belajar (Sidik, 2002b:35).


Apabila nama pengarang dicantumkan di dalam teks, ikutilah nama pengarang dengan tahun terbit dalam kurung.

Misalnya:

Dalam kaitannya dengan minat baca, Masruri (2003:23) menyatakan bahwa …….


Apabila nama pengarang tidak dinyatakan di dalam teks, cantumkan nama akhir pengarang dan tahun terbit, serta tanda koma di antaranya, diikuti penunjuk halaman.

Misalnya:

Pembinaan minat baca terkait dengan beberapa hal (lihat Riyadi, 2000:77—83), di antara, yang paling mendasar adalah (1) ……., (2) …………., dan (3) ………..


Penunjuk halaman pengutipan mengikuti tahun terbit, didahului titik dua, tanpa menggunakan singkatan hlm., hal., p., atau pp.

Misalnya:

Dinyatakan oleh Qolyubi (2005:5) bahwa ………………

Qolyubi (2005:5) menyatakan "Tingkat keberhasilan ……."


Dalam kurung dapat juga diberi penjelasan ringkas yang bertalian dengan acuan.

Misalnya:

Pernyataan itu setelah diujikan dilapangan (pendapat senada dapat lihat Boorn, 1999:98—101) mengandung beberapa kelemahan, antara lain, ialah ..........


Untuk acuan dua pengarang, cantumkanlah nama akhir kedua pengarangan itu; lebih dua pengarang, gunakanlah singkatan dkk.

Misalnya:

Ujung tombak perpustakaan terletak pada pelayanan prima (Rosma dan Zein, 2004:45). Senada dengan hal itu, dikemukakan (Zulaikha dkk, 2004:111) bahwa ………..


Dua acuan atau lebih yang digunakan untuk menyatakan hal yang sama, cantumkanlah nama akhir masing-masing pengarangan, diikuti tahun dan halaman, dan masing-masing acuan dipisahkan dengan titik koma (;).

Misalnya:

Dalam kaitannya dengan menumbuhkembangkan kultur baca (Sidik, 2003:23; Lasa Hs., 1999:12; Zulaikha, 2005:34; Purwono, 2007:34) mendasarkan pada hal yang sama, yaitu ………………………


Apabila diperlukan lebih dari acuan terhadap pengarang dan tahun terbit yang sama, gunakanlah huruf a dan b pada akhir tahun penerbit sebagai pembeda. Akan tetapi, dapat juga terjadi untuk tahun terbit berbeda dengan pernyataan yang sama.

Misalnya:

*
Lain halnya dengan hal tersebut di atas, Tampubolon (1999a:23) dan kemudian dipertegas kembalai pada sebuah artikel (1999b:12), menyatakan bahwa ………………….
*
Senada dengan hal itu, Tampubolon (1999:23) dan kemudian dipertegas kembalai pada sebuah artikel (2001:12), menyebutkan bahwa ………………….


sumber:aan-dizenx.blogspot.com
merry
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Semester.

paragraf diatas merupakan caontoh paragraf induktif karena Kalimat utama terletak di akhir paragraf setelah kalimat-kalimat penjelas.
merry
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Semester. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar dari contoh soal- soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal dengan berkelompok. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.

Paragraf diatas merupakan contoh paragraf deduktif karena Paragraf dengan kalimat utama di awal, kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.
merry
Di sebuah perumahan, hiduplah seekor kucing berwarna hitam. Nama kucing itu Molly. Ia tinggal di rumah keluarga Jones. Molly selalu memburu dan memakan tikus-tikus yang suka mencuri makanan di dapur keluarga Jones.





Molly memang seekor kucing yang lucu dan menggemaskan. Matanya berwarna hijau dan kumisnya panjang berwarna putih. Ia suka mendengkur dan sangat senang bila tubuhnya dibelai.



Namun, tidak seorang pun di keluarga Jones suka membelai Molly. Kedua anak di keluarga Jones kurang menyukai binatang, sedang nyonya Jones sering membentak Molly jika ia mengeong waktu nyonya Jones sedang memasak ikan.

Di samping rumah keluarga Jones, hiduplah seorang anak bernama Billy. Billy adalah anak yang baik dan sangat menyayangi binatang. Karena itu ia juga sangat menyayangi Molly. Setiap sore Molly melompat dari pagar keluarga Jones untuk mencari Billy dan minta dibelai. “Alangkah senangnya aku jika Molly ini kucingku,” kata Billy kepada ibunya. “Aku ingin memelihara kucing juga, bu!” Tetapi ibu Billy tidak ingin memelihara binatang di rumahnya, walaupun sebenarnya ia juga suka kepada Molly.

Pada suatu hari kuarga Jones pergi ke luar kota. Saat hendak berangkat, anak-anak keluarga Jones berpamitan kepada Billy. Rupanya mereka hendak pergi berlibur selama sebulan.

Setelah memasukkan semua barang ke dalam taksi, keluarga Jones berangkat. “Molly pasti diajak juga,” pikir Billy. Namun ia keliru. Ia sangat terkejut saat melihat Molly masih ada di halaman rumah keluarga Jones. Billy lalu menceritakan hal itu kepada ibunya. “Pasti ada orang yang diberi tugas untuk merawat dan memberi makan Molly setiap hari,” kata ibu Billy.

Molly bertanya-tanya ke mana tuannya pergi. Setelah lama menunggu ia menggaruk-garuk pintu dapur dengan cakarnya berharap dibukakan pintu. Tetapi tampaknya tidak ada orang di dalam rumah. Molly lalu memeriksa kalau-kalau ada jendela yang terbuka sehingga ia bisa masuk, tapi ternyata semua jendela terkunci rapat.

Molly merasa kesepian. Tetapi ia berharap tuannya akan pulang nanti sore.

Tetapi setelah lama menunggu tuannya tidak juga pulang. Molly mulai merasa kelaparan. Ia juga kedinginan karena harus tidur di luar. Walaupun bersembunyi di dalam semak-semak, ia tetap basah karena kehujanan. Molly mulai sakit.

Dua hari telah berlalu. Karena kelaparan Molly memakan tulang kering yang ditemukannya dan juga daun-daun kering yang ada disekitar rumah. Penyakitnya juga semakin parah. Ia bersin-bersin dan lemas.

Pada hari keempat Molly sudah menjadi sangat kurus. Ia bahkan hampir tidak bisa berjalan karena sangat lemah. Ia lalu teringat kepada Billy, anak yang tinggal di rumah sebelah. Siapa tahu Billy bisa memberinya makanan.

Ia lalu berjalan pelan menuju rumah Billy. Saat melihat Molly, Billy hampir tidak mengenalinya lagi. “Astaga!, kaukah itu Molly?” seru Billy terkejut. Ia berlutut dan membelai Molly. “Oh kasihan, kau sangat kurus, pasti kau kelaparan. Apakah tidak ada orang yang diberi tugas untuk memberimu makan?”

Billy segera mengambilkan ikan dan susu untuk Molly. “Oh kasihan,” kata ibu Billy. Untuk sementara biar saja ia tidur di dapur kita.”

Molly sangat senang. Setelah makan dengan lahap, ia lalu tidur dengan nyenyak di dapur ibu Billy. Billy bahkan memberinya tempat tidur dari kotak kayu. Billy juga membersihkan badannya yang kotor karena beberapa hari tidur di semak-semak.

Malamnya, Molly benar-benar terkejut. Ternyata dapur ibu Billy banyak sekali tikusnya. Maka ia pun menangkap tikus-tikus itu, karena ia ingin membalas kebaikan Billy dan ibunya.

Keesokan harinya ibu Billy terkejut karena melihat banyak sekali tikus yang telah ditangkap oleh Molly. Ibu Billy sangat senang. Molly pun menjadi semakin disayang di keluarga itu.

Sebulan kemudian, keluarga Jones pulang dari berlibur. Dengan berat hari Billy mengantar Molly pulang ke rumah keluarga Jones. Tapi, setiap diantar pulang, Molly selalu melarikan diri dan kembali ke rumah Billy. Molly tahu bahwa Billy dan ibunya sangat menyayanginya, tidak seperti keluarga Jones yang tega menelantarkannya.

Karena keluarga Jones tidak terlalu memperdulikan Molly akhirnya mereka pun memberikan kucing itu kepada Billy.

Akhirnya Molly pun tinggal bersama Billy dan ibunya. Ia sangat bahagia karena selalu disayang dan dibelai. Ibu Billy pun senang karena dapurnya menjadi bebas dari gangguan tikus.

Dikutip dari : www.ceritaanak.org
merry
Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Negeri itu dipimpin oleh seorang raja. Prabu, begitulah orang memanggilnya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur dan tenteram. Tak ada penduduk yang lapar di negeri itu.

Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. "Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat," sahut mereka.

Anak itu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi besar. Karena itu ia dipanggil dengan nama Kebo Iwa, yang artinya paman kerbau.

Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya.. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.

Sembilan bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang putri. Penduduk negeri pun kembali mengirimi putri kecil itu aneka hadiah. Bayi itu tumbuh menjadi anak yang lucu. Belasan tahun kemudian, ia sudah menjadi remaja yang cantik.

Kebo Iwa memang serba besar. Jangkauan kakinya sangat lebar, sehingga ia dapat bepergian dengan cepat. Kalau ia ingin minum, Kebo Iwa tinggal menusukkan telunjuknya ke tanah. Sehingga terjadilah sumur kecil yang mengeluarkan air.

Prabu dan Ratu sangat menyayangi putrinya. Mereka memberi putrinya apa pun yang dia inginkan. Namun itu membuatnya menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis itu akan marah. Ia bahkan sering berkata kasar. Walaupun begitu, orangtua dan rakyat di kerajaan itu mencintainya.

Hari berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis tercantik di seluruh negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka para penduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyak itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat.

Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. Ia membawanya ke ahli perhiasan. "Tolong, buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku," kata Prabu. "Dengan senang hati, Yang Mulia," sahut ahli perhiasan. Ia lalu bekerja d sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia ingin menciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat menyayangi Putri.

Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu datang, orang menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Semua orang mengagumi kecantikannya.

Prabu lalu bangkit dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya. "Putriku tercinta, hari ini aku berikan kalung ini untukmu. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka sangat mencintaimu. Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmu tumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak," kata Prabu.

Putri menerima kalung itu. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. "Aku tak mau memakainya. Kalung ini jelek!" seru Putri. Kemudian ia melempar kalung itu. Kalung yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebar di lantai.

Itu sungguh mengejutkan. Tak seorang pun menyangka, Putri akan berbuat seperti itu. Tak seorang pun bicara. Suasana hening. Tiba-tiba terdengar tangisan Ratu. Tangisannya diikuti oleh semua orang.

Tiba-tiba muncul mata air dari halaman istana. Mula-mula membentuk kolam kecil. Lalu istana mulai banjir. Istana pun dipenuhi air bagai danau. Lalu danau itu makin besar dan menenggelamkan istana.

Sekarang, danau itu disebut Talaga Warna. Danau itu berada di daerah puncak. Di hari yang cerah, kita bisa melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun orang mengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di dasar telaga.
Diceritakan kembali oleh Renny Yaniar
merry

Suatu pointer type mendefinisikan suatu variabel yang menyimpan alamat memory dari variabel lain dengan suatu data type tertentu (atau dengan type yang belum terdefinisi). Jadi suatu variabel pointer secara tidak langsung merujuk pada suatu nilai. Definisi pointer type tidaklah didasarkan pada suatu keyword tertentu, tapi menggunakan karakter khusus. Simbol khusus ini adalah tanda caping / caret (^):

type
  PointerToInt = ^Integer;

Setelah Anda mendefinisikan suatu variabel pointer, Anda dapat mengisikannya dengan alamat variabel lainnya dengan type yang sama, menggunakan operator @:

var
  P: ^Integer;
  X: Integer;
begin
  P := @X;
  // change the value in two different ways
  X := 10;
  P^ := 20;  

Ketika Anda mempunyai suatu pointer P, dengan ekspresi P Anda merujuk pada alamat yang ditunjuk oleh pointer tersebut, dan dengan ekspresi P^ Anda merujuk pada isi sebenarnya dari lokasi memory tadi. Untuk alasan inilah, dalam potongan code diatas ^P merujuk ke X.

Ketimbang merujuk pada lokasi memory yang sudah ada, suatu pointer juga dapat merujuk pada suatu memory block baru yang dialokasikan secara dinamis (pada heap memory area) dengan prosedur New. Dalam kasus ini, ketika Anda tidak membutuhkan pointer ini lagi, Anda harus membebaskan memory yang telah Anda alokasikan secara dinamis, dengan memanggil prosedur Dispose.

var
  P: ^Integer;
begin
  // initialization
  New (P);
  // operations
  P^ := 20;
  ShowMessage (IntToStr (P^));
  // termination
  Dispose (P);
end;

Jika suatu pointer tidak mempunyai nilai, Anda dapat mengisinya dengan nil. Lalu Anda dapat mencocokkan apakah pointer tersebut nil untuk memeriksa apakah pointer tersebut merujuk ke suatu nilai. Ini sering digunakan, karena merujuk dengan pointer yang invalid akan menyebabkan access violation (ini juga dikenal dengan suatu general protection fault, GPF):

procedure TFormGPF.BtnGpfClick(Sender: TObject);
var
  P: ^Integer;
begin
  P := nil;
  ShowMessage (IntToStr (P^));
end;

Anda dapat melihat contoh dari hasil code ini dengan menjalankan contoh GPF (atau melihat gambar 4.4). Contoh ini mengandung potongan code diatas.

Gambar 4.4: System error karena mengakses nil pointer, dari contoh GPF.

Dalam program yang sama, Anda dapat melihat contoh mengakses data secara aman. Dalam contoh kedua ini, pointer diisi dengan local variabel yang suda hada, dan dengan aman bisa digunakan, tapi bagaimanapun juga saya telah menambahkan suatu pemeriksaan keamanan:

procedure TFormGPF.BtnSafeClick(Sender: TObject);
var
  P: ^Integer;
  X: Integer;
begin
  P := @X;
  X := 100;
  if P <> nil then
    ShowMessage (IntToStr (P^));
end;

Delphi juga mendefinisikan suatu Pointer data type, yang mengindikasikan untyped pointer (seperti void* dalam bahasa C). Jika Anda menggunakan untyped pointer, Anda sebaiknya menggunakan GetMem ketimbang New. Prosedur GetMem diperlukan tiap kali ukuran variabel memory yang akan dialokasikan belum didefinisikan.

Kenyataan bahwa pointer jarang diperlukan dalam Delphi adalah suatu keuntungan yang menarik dari lingkungan ini. Bagaimanapun juga, mengerti cara kerja pointer adalah penting bagi pemrograman tingkat lanjut dan untuk pemahaman penuh dari object model dalam Delphi, yang menggunakan pointer "dibalik layar".